Hari Konsumen
Suara Pakar

Konsep Kampus Merdeka ABSTRAK, Merdeka dari Siapa?

Foto : Dr. Wawan Gunawan Akademisi DanĀ  Analisi Sosial EDAS

[OPINI] Dalam pandangan saya ada gap pendangan antara pandangan kementrian pendidikan dengan pandangan masyarakat. misalnya dalam hal konsep kampus merdeka, merdeka belajar.

Merdeka dari apa dan merdeka dari siapa kan masih abstrak bagi masyarakat sebab tingkat berpikir masyarakat dengan tingkat berpikir pengambil kebijakan kan tidak sama, ada senjang. Belum lagi di tingkat inplementasi.

Gagasan ideal kementrian kan hanya ideal di atas kertas sementara di tingkat inplementasi masih banyak kendala. kuota dibagi untuk pjj (Pendidikan Jarak Jauh) tapi bagaimana mekanisme kontrol agar hal tersebut tepat pada sasaran sesuau kuota yg dijanjikan, belum lagu tidak semua daerah ada sinyal internet.

Lebih dari itu jika kontrol dari orangtua terhadap anak/siswa maka tinggal terjadi adalah anak menjadi merdeka main games daripada untuk belajar. anak- anak menjadi semakin malas membaca buku. Alih-alih mencapai gagasan ideal malah yg terjadi anak-anak semakin memberhalakan gadget, dunia maya dianggap nyata dan dunia nyata dianggap maya.

Dan menurut saya ini sangat berbahaya bagi perkembangan psikososial anak anak. kampus hendaknya tdk dijadikan industri. industrialisasi pendidikan hrs di hindari di kampus. kualitas kampus jangan diukur dengan jumlah mahasiswa dan jumlah lulusan.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker