Hari Konsumen
Isu Hangat

Marah di Beritakan Oknum Notaris di KBB Lecehkan Profesi Wartawan

Laporan : Redaksi

Bandung -[Suarakonsumencwrdas] : Marah di beritakan Oknum Notaris berinisial E di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Gadobangkong Intimidasi non Verbal dan lakukan pelecehan profesi seorang Wartawan melalui aplikasi chat media online.

Kejadian Ini bermula setelah wartawan meliris berita investigasi berkaitan dengan berita adanya dugaan laporan gugatan perbuatan melawan hukum dalam proses jual beli sebidang tanah yang pernah ditangani oleh oknum Notaris E.

Merasa terganggu dengan pemberitaan tersebut, Oknum Notaris E merasa marah kemudian melakukan pelecehan kepada Wartawan melalui media chat dengan memaki-maki menyebut Wartawan dengan kata-kata tidak pantas.

“Buat berita yang benar jangan cari duit, Preman Goblog,” tulisnya melalui aplikasi WA, Jumat (19/2/21).

Tidak berhenti sampai situ Oknum Notaris E pun terus mengeluarkan kata-kata kasar kepada wartawan karena merasa terganggu dengan pemberitaan dan menyebutkan bahwa E tidak mengurus hal tersebut.

“Objek yang saya urus sertifikatnya bukan Itu Goblok, saya sudah bilang ke anda masa tidak mengerti dasar Tolol, Tolol,” lanjutnya terus menerus memaki wartawan melalui WA.

Makian Oknum Notaris E pun terus berlanjut dengan menyebut Wartawan tidak becus, tidak menggunakan etika dan mengatakan media Fitnah.

“Nggak Becus, Disitu bukan Wartawan Kode Etik tidak di pake gada hasilkan, media pintar cari Fitnah,” ucapnya.

Menurut Roni Mulyana Wartawan yang merilis berita investigasi tersebut, Ia merupakan Kepala biro Jabar.kabarpublik.id yang juga Dosen disalah satu perguruan tinggi swasta di Bandung menyebutkan, bahwa dalam proses pembuatan rilis berita tersebut sangat berpegang teguh pada kaidah jurnalistik yaitu selalu melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait. Baik dari pihak konsumen yang merasa dirugikan, kuasa hukum konsumen dan juga kepada pihak diadukan yaitu Oknum Notaris E.

Roni pun menerangkan bahwa Ia mempunyai semua bukti mengenai Investigasi berita yang dilakukan nya, baik rekaman pernyataan narasumber maupun berkas yang berkaitan dengan informasi berita.

Roni pun menyebutkan Sebelum berita rilis bahkan sudah meminta ijin untuk mengutif pernyataan yang diberikan oleh Oknum Notaris E.

“Baik ibu IJIN saya kutif statmentnya,” ungkap Roni melalui Aplikasi WA, Kamis (18/2/21)

Dan kemudian di jawab Oleh Oknum E yang mengijinkan untuk mengutif statmentnya.

“Silahkan aja untuk lebih jelasnya buat berita baik jangan fitnah atau tidak jelas,” jawab Oknum Notaris E Melalui Aplikasi WA, Kamis (18/2/21).

Dengan kejadian ini Roni menyebutkan sangat menyayangkan adanya tindakan tidak menyenangkan dan pelecehan profesi wartawan yang dilakukan oleh oknum Notaris tersebut, karena menurutnya sudah ada mekanisme yang jelas dalam UU PERS  No 40 Tahun 1999 tentang adanya hak jawab dan koreksi apabila tidak berkenan dengan pemberitaan dan Roni pun menyebutkan sudah menyampaikan hal tersebut kepada Oknum Notaris E.

“Baik ibu ada jam berapa di kantor saya akan layani hak jawab nya,”katanya yang dijawab dengan Makian oleh Oknum E.

Lebih lanjut Roni menyebutkan sedang berkonsultasi dengan LBH mengenai tindakan apa yang akan dilakukannya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker